14 Maret 2017

Jangan Tertawakan Para Jomblo yang Sudah Banyak Memberikan Pelajaran


Siomponk.Com - Biasanya jomblowan dan jomblowati ini paten jadi bahan bulan-bulanan semua orang, bukan hanya meme-meme yang membuat hati jomblo semakin miris, topik jomblo juga sering kali dipakai oleh komika menjadi materi stand up komedinya. Jangan suka ngeremehin jomblo, lho. Dibalik banyaknya ejekan tentang jomblo, ternyata banyak pelajaran berharga yang bisa kamu ambil dari para jomblo, ini daftarnya!

1. Tabah terhadap ejekan
Bagaimana nggak tabah, saat semua teman sudah mengubah status jomblo mereka menjadi taken, para jomblo yang memutuskan tetap jomblo ini pasti menerima banyak ejekan memekakan telinga setiap harinya. Belum lagi saat malam minggu. Uh! Para jomblo yang ingin menghabiskan malam mingguannya di cafe kesukaan, akan menerima tatapan mencela dari pasangan-pasangan yang makan di cafe yang sama. Benar-benar tabah hati jomblo ini.

2. Tahan banting
Diejek, dijadikan bulan-bulanan, dijadikan meme, sampai dijadikan materi stand up comedy tidak membuat para jomblowan dan jomblowati ini menyerah terhadap kejamnya hidup.

3. Cuek
Jalan kemana-mana sendiri, saat yang lain berdua tidak memengaruhinya untuk tetap cool. Jomblowan dan jomblowati ini cuek saja menghadapi kesendiriannya. Selama hidupnya bahagia, untuk apa menghiraukan orang lain?

4. Nggak sembarang 'comot' pasangan
Jomblo bukan berarti nggak laku kok, jomblowan dan jomblowati ini hanya tidak ingin sembarang comot pasangan atau sekadar ikut-ikutan saja. Mereka yang jomblo memiliki pola pikir bahwa mencari pasangan perlu diteliti dan ditelaah sifat dan karakternya.

5. Fokus bahagiakan orangtua
Jomblo sibuk bahagiakan orangtua mereka sehingga sering lupa untuk mencari pasangan. Nah, kamu nih yang sudah punya pacar, sudah bahagiain orangtua belum? Kalau belum, masih berani ngejek jomblo yang berhasil bahagian orangtua?

6. Jomblo itu kuat, karena tahu nggak ada bahu untuk bersandar
Karena jomblo tahu tidak ada bahu untuk bersandar, maka dia melatih dirinya menjadi kuat dan tidak rapuh. Kekuatan itulah yang mereka gunakan saat menghadapi masalah yang menerpanya. Dengan kuat dan tangguh, jomblo bahkan tidak ingat lagi untuk bersandar pada orang lain melainkan mengandalkan dirinya sendiri.

7. Jomblo itu tegas karena tidak ada yang diajak diskusi untuk pengambilan keputusan
Tidak adanya orang lain untuk diajak berdiskusi, membuat jomblowan dan jomblowati menjadi tegas karena harus mengambil keputusan sendiri.

8. Punya waktu untuk diri sendiri
Ini dia salah satu yang tidak disadari oleh mereka yang sudah taken, terkadang, mereka yang telah memiliki pasangan lupa untuk memiliki me time atau waktu untuk diri sendiri. Sedangkan jomblo, pasti punya banyak waktu untuk diri sendiri yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas diri.

9. Kesabaran
Kurang sabar gimana, proses pencarian pasangan pasti membutuhkan kesabaran berlimpah. Hal ini membuktikan bahwa jomblowan dan jomblowati adalah orang yang sabar menghadapi cobaan, sabar mencari dan menunggu pasangan, sabar terhadap ejekan para pasangan lainnya.

10. Rajin beribadah
Kesendiriannya membuatnya lebih dekat dengan Tuhan karena jomblowan dan jomblowati berpikir harus lebih dahulu mendekati penciptanya baru ciptaanNya.

Kamu yang taken, yakin sudah bahagia?


Source:pobela.com

06 Februari 2017

Menutup Aib Sendiri dan Orang Lain


Siomponk.Com - Usai shalat ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap. Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Rasulullah sedikit berubah tanda tidak senang. Maka tatkala waktu sholat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu!". Mendengar perintah Rasulullah tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.

Aib adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang jika diketahui oleh orang lain akan membuat rasa malu, rasa malu ini membawa kepada efek sikologi yang negatif jika tersebar.

Namun banyak kita dapati di tengah keseharian kita, pembicaraan dan obrolan itu sepertinya tidak asyik kalau tidak membicarakan aib, cacat dan kekurangan yang ada pada orang lain, padahal obrolan itu bukanlah perkara ringan dalam pandangan Islam.

Ajaran Islam melarang keras aib seseorang diceritakan, dan tidak boleh sekali-kali menyebarkan tentang apa atau bagaimana kondisi yang tidak baik tentang seseorang, bahkan islam mengajarkan untuk menutupinya. Allah berfirman dalam Surat Al Hujarat ayat 12 yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain; dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: "Wahai orang yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya." (HR. at-Tirmidzi)

Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga melarang seseorang untuk membuka aib dirinya sendiri kepada orang lain, sebagaimana sabdanya: "Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari, kemudian di paginya ia berkata: wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu –padahal Allah telah menutupnya- dan di pagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya." (HR. Bukhori Muslim)

Sebaliknya, Rasulullah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang menutup aib saudara-saudara mereka, dengan menutup aib mereka di dunia dan akhirat, seperti dalam hadits shahih: "Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim).

Adapun aib yang ada pada seseorang bisa dibagi menjadi dua kategori:
Pertama, aib yang sifatnya khalqiyah, yaitu aib yang sifatnya qodrati dan bukan merupakan perbuatan maksiat. Seperti cacat di salah satu organ tubuh atau penyakit yang membuatnya malu jika diketahui oleh orang lain.

Aib seperti ini adalah aurat yang harus dijaga, tidak boleh disebarkan atau dibicarakan, baik secara terang-terangan atau dengan gunjingan, karena perbuatan tersebut adalah dosa besar menurut mayoritas ulama, karena aib yang sifatnya penciptaan Allah yang manusia tidak memiliki kuasa menolaknya, maka menyebarkannya berarti menghina dan itu berarti menghina Penciptanya. (Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin).

Kedua, aib berupa perbuatan maksiat, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Maksiat yang dilakukan sembunyi-sembunyi juga terbagi menjadi dua:

Pertama: Perbuatan maksiat yang hanya merusak hubungannya secara pribadi dengan Allah seperti minum khamr, berzina dll. Jika seorang muslim mendapati saudaranya melakukan perbuatan seperti ini hendaklah ia tidak menyebarluaskan hal tersebut, namun dia tetap memiliki kewajiban untuk melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Imam Syafi’i berkata, “Siapa yang menasehati saudaranya dengan tetap menjaga kerahasiaannya berarti dia benar-benar menasehatinya dan memperbaikinya. Sedang yang menasehati tanpa menjaga kerahasiaannya, berarti telah mengekspos aibnya dan mengkhianatinya." (Syarh Shahih Muslim, Imam an Nawawi).

Kedua: Perbuatan maksiat yang dilakukan sembunyi-sembunyi tapi merugikan orang lain seperti mencuri, korupsi dan lain sebagainya. Maka perbuatan seperti ini diperbolehkan untuk diselidiki dan diungkap, karena hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan, karena akan lebih banyak lagi merugikan orang lain.

Sebuah kisah masyhur yang ditulis oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitab "Tawwabin" dapat dijadikan pelajaran bagi kita untuk menutup aib diri sendiri dan aib orang lain serta mengakuinya dihadapan Allah dengan bertaubat atas dosa tersebut.

Disebutkan bahwa pada zaman nabi Musa 'alaihis salam, Bani Israil ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata , "Wahai Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami." Maka berangkatlah nabi Musa 'alaihis salam bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas bersama lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan kondisi yang lusuh penuh debu, haus dan lapar.
Musa berdoa, "Wahai Tuhan kami turunkanlah hujan kepada kami, tebarkanlah rahmat-Mu, kasihilah anak-anak dan orang-orang yang mengandung, hewan-hewan dan orang-orang tua yang rukuk dan sujud."
Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau. Kemudian Musa berdoa lagi, "Wahai Tuhanku berilah kami hujan".

Allah pun berfirman kepada Musa, "Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Keluarkanlah ia di depan manusia agar dia berdiri di depan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian. "

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, "Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak kunjung turun."

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di depan manusia, saat itu pula ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud.

Ia berkata dalam hatinya, "Kalau aku keluar ke depan manusia, maka akan terbuka rahasiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun. "

Maka kepalanya tertunduk malu dan menyesal, air matanya pun menetes, sambil berdoa kepada Allah, "Ya Allah, Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi aibku. Sungguh sekarang aku bertobat kepada-Mu, maka terimalah taubatku. "

Belum sempat ia mengakhiri doanya maka awan-awan tebalpun bergumpal, semakin tebal menghitam lalu turunlah hujan.
Nabi Musa pun keheranan dan berkata, "Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di depan manusia."

Allah berfirman, "Aku menurunkan hujan karena seorang hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun."
Musa berkata, "Ya Allah, Tunjukkan padaku hamba yang taat itu."
Allah berfirman, "Wahai Musa, Aku tidak membuka aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka akan aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!"

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, cela dan dosa tertentu pada dirinya, maka suatu aib yang ada pada seseorang dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain untuk dapat belajar dan memperbaiki diri agar tidak melakukan hal serupa yang akan menimpa dirinya dan orang lain akibat perbuatannya tersebut.

Maka beruntung dan berbahagialah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri dari disibukkan dengan aib orang lain. Begitulah Rasulullah Saw menyampaikan dalam sabdanya: "Berbahagialah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain." (HR Al-Bazzar dengan Sanad hasan).
Sungguh indahnya ajaran Islam yang menuntun kita agar menjaga aib kita sendiri dan menjaga aib orang lain, dan terus berupaya memperbaiki diri. Wallahu a'lam bishowab.








Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat....

26 Januari 2017

Mengatasi Anak yang Suka Membangkang


Siomponk.Com - BANYAK hal yang harus dihadapi orangtua dalam mengurus anak. Salah satunya adalah mengurus anak yang pembangkang.

Bahkan, Anda akan merasa gagal mendidik anak jika mereka selalu membangkang apa yang dikatakan. Untuk mengatasi hal ini, simak ulasannya dilansir dari Popsugar, Kamis (26/1/2017):

Ajarkan sopan santun

Menyakitkan bagi orangtua melihat anaknya lancang. Ajarkan pada anak-anak tentang menghargai orangtuanya dan bertingkah sopan santun. Anak-anak mempelajari sesuatu dari apa yang dia lihat. Karena itu, jika beri contoh yang baik untuk mereka dengan mendengarkan baik-baik ketika mereka berbicara dan katakan secara berulang bahwa tindakannya adalah kasar.

Berikan waktu

Sifat pembangkang pada anak-anak terkadang terbangun karena kemarahan dan frustasi mereka. Sebelum memperingatkan dia, beri waktu agar dia berpikir dan suasana menjadi tenang. Karena, jika Anda memarahinya setelah bertengkar, akan membuat situasi lebih buruk. Setelah tenang dan waktunya memungkinkan, ajak dia berbicara dengan pelan namun tegas tentang perilakunya yang tidak sopan.

Beri hukuman dan hadiah

Anda juga bisa menerapkan hukuman dan hadiah pada anak yang pembangkang. Jika dia melakukannya lagi, beri hukuman yang membuatnya jera. Jenis hukuman bisa disesuaikan dengan karakternya. Sedangkan, jika dia jadi anak yang manis, Anda bisa memberikan hadiah seperti es krim atau mainan. Namun, jangan sampai mereka ketagihan dengan hadiah yang diberikan.

Konsisten dan sabar

Sebagai orangtua, Anda harus sabar mendidik dan menghadapi tingkah laku anak. Meski hal ini tidak mudah. Anak Anda mungkin merasa bosan karena mendengar Anda berbicara hal yang sama berulang-ulang. Namun, ini bisa menjadi cara yang efektif untuk membuat mereka sadar bahwa yang dilakukan adalah salah.

Sumber : Okezone

17 Januari 2017

Carilah Aku di Sepertiga Malammu


Siomponk.Com - Aku tinggal di bumi. Tapi carilah aku di langit.
Sebab aku tertahan di antara bintang-bintang. Jemputlah aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Tengadahkanlah tanganmu, atau sujudlah. Berdoalah untuk memintaku.
Aku tertahan di sana. Dan garis batas yang membentang di antara kita selebar langit dan bumi.

Aku tinggal di bumi, tapi carilah aku di langit.
Di sepertiga malammu, saat Tuhan kita turun ke langit bumi. Mintalah aku yang berada dalam naungan-NYA.
Percuma engkau mencariku di bumi, sebab kunci itu ada di langit. Kunci yang akan menghapus garis batas di antara kita. Yang dapat mengubah yang tadinya haram menjadi halal, yang tadinya dosa menjadi pahala dan yang tadinya neraka, menjadi surga.

Aku berada di tempat yang tidak bisa engkau jumpai di bumi. Tapi engkau bisa menemuiku di langit.
Meski bukan wujud kita yang bertemu, melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasana-NYA. Temukan aku di langit, di dalam doa-doa panjangmu. Di dalam harapanmu.

Jemputlah aku di langit. Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa. Tapi aku tahu engkau mengenalku bukan dengan nama dan rupa, melainkan karena ruh kita telah bertemu sebelum raga kita.
Saat kita masih berada di alam ruh, sebelum DIA meniupkan ruh kita ke dalam kandungan ibunda kita.

Mudah bagi-NYA untuk mempertemukan kita di bumi. Bukan hanya bertemu, tapi juga disatukan, sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan.

Pertemuan kita yang pertama berada di langit, kan? .
Sekarang engkau tahu, mengapa aku memintamu untuk mencariku di langit.





Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Keutamaan Shalat Dhuha


Siomponk.Com - Shalat Dhuha memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut ini 6 keutamaan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih:

1. Diwasiatkan Rasulullah agar dikerjakan setiap hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), shalat Dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku mewasiatkan tiga hal yang tidak akan kutinggalkan hingga mati yakni berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Al Bukhari)

2. Shalat Dhuha adalah Shalat Awwabin

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

أوصاني خليلي بثلاث لست بتاركهن أن لا أنام إلا على وتر وأن لا أدع ركعتي الضحى فإنها صلاة الأوابين وصيام ثلاثة أيام من كل شهر

“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

Awwabin adalah orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha, dengan demikian, berarti menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

3. Shalat Dhuha 2 rakaat senilai 360 sedekah

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

فِى الإِنْسَانِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلاً فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ. قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

4. Shalat Dhuha 4 rakaat membawa kecukupan sepanjang hari

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

5. Shalat Dhuha merupakan ghanimah terbanyak

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar para sahabatnya membicarakan tentang ghanimah (harta rampasan perang), maka beliau menunjukkan amal yang lebih banyak dari pada ghanimah-ghanimah itu

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

Penjelasan hadits ini mengisyaratkan dengan keutamaan shalat dhuha dan hubungannya dengan rezeki. Bahwa siapa yang mengamalkan shalat dhuha, ia mendapatkan lebih banyak dari harta rampasan perang; baik dalam hal kuantitas harta atau keberkahannya.

6. Pahala shalat Dhuha senilai dengan pahala umrah


Demikian 6 keutamaan Shalat Dhuha, semoga semakin memotivasi kita dalam mengamalkan sunnah Nabi ini, serta menjadikan shalat dhuha sebagai salah satu kebiasaan rutin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LINE : Dakwah Islam

15 Januari 2017

4 Mitos Salah Cara Ngecas Baterai Ponsel


Siomponk.Com - Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang paling sering ditanyakan dari sebuah ponsel.

"Bagaimana cara mengisi yang benar?" atau "Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?" adalah dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.

Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.

Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar tujuh di antaranya, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (14/1/2017).

1. Baterai punya "ingatan"
Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya.

Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong.
Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai.

Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya.

Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan
Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya.

Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda.

Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.
Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.

3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman
Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu.
Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?

Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger.

4. Jangan pakai ponsel saat di-charge
Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.

Source: Tribunnews.Com

14 Januari 2017

Orang Jujur Didustakan, Pendusta Dibenarkan


Siomponk.Com - Telah benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sebelum hari kiamat akan ada tahun-tahun yang penuh penipuan. Orang jujur didustakan, orang dusta dibenarkan, orang yang amanah dikhianati dan ar-Ruwaibidhah pun ketika itu turut berbicara.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Di dalam hadits lain disebutkan siapa itu Ruwaibidhah,
“Orang-orang dungu yang ikut berbicara dalam urusan umum.”

Apakah kita akan melupakan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang dengan tegas menunjukkan kekafiran kaum Nasrani?
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab dan kaum musyrik berada di Jahannam dalam keadaan kekal di dalamnya. Mereka itu adalah sejelek-jeleknya manusia.” (QS. Al-Bayyinah: 6)

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Dan barang siapa memilih selain Islam sebagai agamanya, tidaklah akan diterima; dan di akhirat dia akan merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Perbedaan antara kafir dan iman tentu saja perbedaan dari sisi akidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan urusan agama lainnya. Seorang muslim tidak boleh menutup mata dari perbedaan-perbedaan ini, apalagi sampai mendakwahkan bahwa “tidak ada perbedaan” antara Islam dan non Islam.

Padahal di antara sifat-sifat orang munafik yang Allah ‘azza wa jalla sebutkan dalam al-Qur’an ialah,
“(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir sebagai pembela-pembela selain kaum mukminin. Apakah mereka ingin mencari kekuatan, padahal kekuatan semuanya hanya milik Allah.” (QS. An-Nisa: 139)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan, “Maknanya, mereka pada hakikatnya bersama orang-orang kafir tersebut, saling berloyalitas. Mereka menyembunyikan rasa cinta mereka kepada orang kafir di hadapan kaum mukminin. Saat bersama orang-orang kafir, mereka berkata, ‘Sebenarnya kami bersama kalian. Kami hanya mempermainkan orang-orang yang beriman’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/264 cet. Maktabah as-Shafa)

Kita berlindung kepada Allah ‘azza wa jalla dari segala kesesatan, yang lahir dan yang batin.

Wallahu waliyyut taufiq.


Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar

20 Desember 2016

Jaga Lisan Saat Marah


Siomponk.Com - Jaga Lisan Saat Marah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bisa bicara, itulah pembeda antara manusia dengan binatang.

Bicara merupakan kemampuan khusus manusia yang diajarkan oleh Allah Ta’ala.

الرَّحْمَنُ . عَلَّمَ الْقُرْآَنَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ . عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

Allah (Yang Maha Pemurah), Yang telah mengajarkan al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. (QS. ar-Rahman: 1 – 4)

Namun kita juga perlu sadar, kemampuan bicara bisa menjungkir kondisi kita hingga lebih rendah dari binatang.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sungguh ada seorang hamba berbicara dengan satu kata yang mengundang keridhaan Allah, meskipun dia tidak terlalu memperhatikannya; namun dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkan beberapa derajatnya. Dan sungguh ada seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang mengundang kemurkaan Allah, sementara dia tidak memperhatikannya; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam”. (HR Bukhari 6478).

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan makna “dia tidak memperhatikannya”, artinya,

لا يتأملها بخاطره ولا يتفكر في عاقبتها ولا يظن أنها تؤثر شيئا

Dia tidak merenungkan bahayannya, tidak memikirkan dampaknya, dan tidak pernah menyangka bahwa itu bisa memberikan pengaruh sama sekali. (Fathul Bari, 11/311)

Ini semakna dengan firman Allah,

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

Kalian menyangka itu perkara remeh, padahal itu perkara besar di sisi Allah. (QS. an-Nur: 15)

Lidah tak bertulang… apa yang sudah keluar, ibarat peluru pistol yang melesat cepat, tidak mungkin bisa ditangkap. Jika tidak sabar menahannya, bisa menjadi senjata makan tuan.

Karena itulah, iman manusia bisa tergadaikan dengan lisannya.

Dari Anas bin Mâlik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan siapa yang tetangganya tidak merasa aman dari tinda kejahatannya, maka dia tidak akan masuk surga.” (HR. HR Ahmad 12636)

Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah marah. Dengan cara ini, setan bisa dengan sangat mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mengucapkan kalimat kekafiran, menggugat takdir, ngomong jorok, mencaci habis, bahkan sampai kalimat carai yang membubarkan rumah tangganya.

Karena marah pula, manusia bisa merusak semua yang ada di sekitarnya. Dia bisa banting piring, lempar gelas, pukul kanan-pukul kiri, bahkan sampai tindak pembunuhan. Di saat itulah, misi setan untuk merusak menusia tercapai.

Menyadari hal ini, islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika emosi. Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar manusia tidak mudah terpancing emosi. Diantaranya, beliau menjanjikan sabdanya yang sangat ringkas,

لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الـجَنَّة

“Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)

Lidah ketika dibawa marah, dia bisa menjadi sangat liar. Karena itu, diam bisa menjadi solusi yang terbaik, jika susah bicara yang baik.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

Kita marah kepada si kafir yang menghina al-Quran.

Kita marah kepada mereka yang melindungi dan memihak si kafir

Namun, jangan sampai marah ini mengundang dosa yang baru…

Jangan sampai ada kehormatan muslim yang lain dilanggar, karena marah…

Rutinkan doa ini…

اَللَّهُمَّ نَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الحَقِّ فِي الرِضَا وَالغَضَبِ

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kalimat haq ketika ridha (sedang senang) dan sedang marah

[Doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalatnya – shahih Jami’ As-Shaghir no. 3039]

Semoga bermanfaat…

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits



29 Oktober 2016

Wahai Para Wanita Shalihah, dengan bangga aku menyapamu


Siomponk.Com - Predikat Wanita Shalihah adalah idaman setiap insan, Wanita Shalihah adalah predikat yang tidak ada duanya dan diatas segala-galanya. Wanita Shalihah merupakan sebaik-baik perhiasan, dan harta yang paling berharga. Rasulullah bersabda:
. (( الدُّنْيَا مَتَاعٌ, وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ ))
.
”Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR Muslim).
.
Perhiasan senantiasa identik dengan makna keindahan. Wanita shalihah senantiasa dikiaskan dengan keindahan karena mereka dapat menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya. Wanita yang senantiasa keindahan digambarkan oleh Alloh Ta`ala di dalam al-Qur’an,
. {وَحُورٌ عِينٌ, كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ}
.
“Dan (di dalam surga itu) terdapat bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik”. (QS. Al-Waqi’ah:22-23)
.
Wahai Para Wanita Shalihah,
.
Sebagaimana telah dikabarkan oleh Rosululloh , bahwa sebaik-baik seorang istri adalah yang jika suami memandangnya, ia memberikan kebahagiaan…

Jika suami menyuruhnya, ia mentaatinya…
Dan jika sang suami pergi, ia menjaga dirinya dan hartanya…

Istri shalihah senantiasa menyenangkan hati suaminya dan menjaga suasana cinta dan kasih sayang tetap bersemi dalam keluarga…
Apabila ditatap oleh suaminya, maka dia membalas pandangan (dengan penuh cinta kasih), maka Allah menatap mereka dengan pandangan kasih sayang…

Dan jika sang suami membelai tangan istrinya, maka dosa mereka jatuh berguguran di sela-sela jari tangan mereka…

Sungguh sebuah gambaran yang begitu indah bagi anda semua para wanita shalihah…
.
.
.
Ustadzah Ummu yasir
LINE @ Teladan Rasulullah

12 Oktober 2016

Tips Praktis Menjemput Jodoh


Siomponk.Com - Berikut ini merupakan "TIPS PRAKTIS MENJEMPUT JODOH" (dari buku #HalaqahCinta karya Arif Rahman Lubis)

1.Luruskan Niat
Amal itu di nilai dari niatnya. Maka niatmu yang jernih dan suci untuk menikah akan mendatangkan keberkahan. Semakin baik niatmu, semankin barakah keluargamu. Awalnya baik, dan hari demi hari terus bertambah dan bertambah baik.
Karenanya luruskanlah niatmu, insyaAllah Dia akan menyempurnakan apa yang kamu niatkan, sekalipun kamu tidak bisa dengan sempurna melaksanakan.

2. Pantaskan Diri
Penuhi diri dengan Ilmu agama, pelajari ilmu menjadi suami/istri dan ayah ibu, siapkan mental, siapkan finansial (khususnya lelaki), siapkan pula fisik dan perbaiki pergaulan

3. Sampaikan Maksud Kepada Orang Tua
Sampaikanlah maksud mulia itu kepada orangtuamu. Jelaskan dengan baik tentang usaha-usahamu selama ini memperbaiki diri, demi menjadi seorang yang baik sebagai istri ataupun seorang yang laik sebagai suami. Jelaskan pula kepada kedua orang tuamu tentang niat mu menikah. Beritahukan kriteriamu yang utama adalah agama, kamu ingin mendapatkan si shalih atau sang shalihah.
Mintalah nasihat mereka. Dengarkan dengan baik jika mereka bercerita kondisi mereka dahulu saat menikah, serta pelajaran-pelajaran yang bisa kamu petik darinya.

4. Ta'aruf / Perkenalan
Ta’aruf kata ini biasanya digunakan untuk menyebut proses pengenalan antara lelaki dan wanita yang berkeinginan untuk menikah. Seperti apa sih sebenarnya ta’aruf itu?
• Ta’aruf itu untuk mengenal dengan baik calon pasangan yang akan dinikahi. Ta’aruf itu dilakukan untuk mengenali agama, akhlak, karakter, visi hidup, kemandirian, keuangan, pendidikan, kebiasaan, dan hal-hal lain yang dirasa dibutuhkan diketahui dari calon pasangan. Dalam ta’aruf, kita tak hanya berkenalan dengan calon pasangan kita, kita juga bisa mencari tahu semua tentang calon pasangan kepada keluarganya, sahabat, tetangga, guru, dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
• Ta’aruf adalah proses pengenalan yang tidak melanggar larangan Allah. Dalam proses ta’aruf ada hal yang harus di jaga yakni jangan sampai menjerumuskan kepada maksiat. Jagalah prosesnya agar kamu jauh dari berdua-duaan apalagi bersentuh-sentuhan. Saat ta’aruf kamu harus didampingi orangtua, saudara, atau ustadz. Ingat, ta’aruf hanya sarana untuk mengenal calon pasangan, jangan sampai menjurus kepada kemsesraan.

5. Musyawarah dan Istikharah
Ajaklah Ayah dan Ibu untuk bermusyawarah. Ayah yang memiliki hak perwalian pada pernikahan, dan ibu sebagai orang yang paling mengerti dirimu. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Libatkanlah ibu dalam (merundingkan perkawinan) putri-putrinya” (HR Ahmad).
Lalu selanjutnya, bermusyawarahlah dengan orang yang shalih, baik itu dari kaum kerabat ataupun bukan. Bisa dari keluargamu, bisa dari ustadz udtadzah pengajianmu, bisa juga dari sahabatmu yang baik agama dan akhlaknya lagi bisa dipercaya.
Kemudian setelahnya, ber istikharahlah. Pelajari doa Istikharah yang Rasul ajarkan. Minta petunjuk dan pilihan terbaik dari Allah.

Doa istikharah:
Ya Allah saya memohon pilihan kepada Engkau dgn ilmu-Mu, saya memohon penetapan dgn kekuasaan-Mu & saya memohon karunia-Mu yg besar, karena Engkaulah yg berkuasa sedangkan saya tak berkuasa, Engkaulah yg Maha mengetahui sedangkan saya tak mengetahui apa-apa, & Engkau Maha mengetahui dgn segala yg ghaib. Ya Allah jikalau Engkau mengetahui urusanku ini (ia sebutkan hajatnya) adl baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku -atau berkata; baik di dunia atau di akhirat- maka takdirkanlah untukku serta mudahkanlah bagiku & berilah berkah kepadaku, sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini (ia menyebutkan hajatnya) buruk untukku, agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku, -atau berkata; baik di dunia ataupun di akhirat- maka jauhkanlah aku daripadanya, serta takdirkanlah untukku yg baik baik saja, kemudian jadikanlah aku ridla dengannya.) Lalu ia menyebutkan hajatnya. [HR. Bukhari No.5903]

6. Khitbah
Khitbah atau lamaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak laki-laki kepada wali wanita untuk meminta kesediaan wanita tersebut untuk dinikahi. Khitbah bukan akad nikah, bukan juga prosesi ’setengah nikah’ yang memperbolehkan seorang lelaki dan wanita bebas melakukan hal-hal yang dilarang.
“Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya. Dia tidak boleh membeli sesuatu yang sudah dibeli saudaranya dan melamar wanita yang sudah dilamar saudaranya.” (HR Muslim)
Setelah khitbah atau lamaran, lebih baik kita menentukan waktu untuk melangsungkan akad nikah dan walimah. Akad nikah ada baiknya dilakukan tidak terlalu lama dari khitbah untuk melindungi kedua pihak dari fitnah dan godaan setan.

7. Akad dan Walimah
”Saudara (Fulan bin Fulan), saya nikahkan engkau dengan putriku yang bernama (Fulanah binti Fulan ) dengan maskawinnya berupa (benda yang menjad mahar), Tunai.”
”Saya terima nikahnya (Fulanah binti Fulan) dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”

Inilah ijab qabul akad nikah antara seorang lelaki muslim dengan wali wanita muslimah, yang di saksikan oleh dua orang saksi. Inilah akad nikah, yang merupakan sebuah mitsaqan ghaliza, perjanjian yang kuat. Inilah akad nikah, yang bukan sekedar formalitas dan adat kebiasaan, melainkan perjanjian sakral dan ikatan yang amat kuat lagi kukuh.

Setelah prosesi akad selesai, adakanlah walimah. Walimah atau walimatul ’ursy adalah perayaan pernikahan yang disunnahkan untuk memberitakan kepada masyarakat luas tentang hari bahagia itu dan ungkapan syukur atas berlangsungnya pernikahan tersebut.Walimah sebaiknya dijauhkan dari kesan glamour, berlebihan, apalagi maksiat. Walimah hendaklah bisa menampakkan syiar kebaikan dan dakwah, sehingga pernikahan pun semakin diberkahi.

Anas Ra menceritakan, ”Tatkala Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menikahi seorang wanita, beliau mengutus saya agar mengundang orang-orang untuk menghadiri jamuan makan.” (HR Bukhari)

Terakhir, aamiinkan doa dari para tamu undangan yang hadir dengan penuh khusyu dan pengharapan.
Barakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair
”Semoga Allah memberi barakah padamu (dalam suka) dan semoga Allah memberi barakah atasmu (dalam duka), dan semoga Ia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

LINE @TeladanRasulullah

10 Oktober 2016

Account Kita di Social Media Setelah Kita Mati


Siomponk.Com - APA YANG TERJADI PADA AKUN SOCIAL MEDIA KITA SELEPAS KITA
MENINGGAL DUNIA ?? (RUGI TIDAK BACA).


Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua, mari kita renungkan bersama Pikirkan bersama..
Jika suatu hari nanti kita mati, Akun facebook, twitter, instagram ini hanya kita yang tau passwordnya. Hanya kita yang bisa acces..

Dan..
Selepas kita meninggal Apa yang terjadi pada akun media sosial kita..??
Mungkin ada yang akan ucapkan takziah.
Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi obat rindu

Tetapi..
Sadarkah kita….??
Gambar-gambar kita.. Akan terus membuat kita tersiksa di Alam kubur.. Gambar2 yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna
Bagaimana nanti…..??

Para lelaki terus menerus melihat.
Dan kadang ada gambar kita yang di tag-kan ke teman2 kita
Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada
SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…

Bagaimana…??
Pernah berpikir tidak..??
Legging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita…??
Baju yang tidak membalut aurat itu, bagaimana…??

Mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita
Dengan gambar-gambar yang cantik
Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA.
Tapi di akhirat nanti
Semua itu tidak akan membawa arti
Semua hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup..

Di alam kubur, semua itu tidak sedikitpun dapat selamatkan kita
Mari kita bersama-sama renungkan
Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi,,, Sampai kita di akhirat.

Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan
Peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan
Jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati..

Mati itu pasti..
Persiapkan diri untuk mati itu perlu.. ^^
Semoga Allah swt ridho dengan renungan ini..
Aamiiiin…

Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini
dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah
akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)

Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari
kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai

"Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun.
Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan
dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun." (HR. Muslim)

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci?

LINE @DakwahIslam

30 September 2016

4 Indikator Keimanan


Siomponk.Com - Periksa Keimananmu dengan 4 Indikator Ini

Sebagian ahli bijak mengatakan: “Tanda-tanda keimanan kepada Allah itu ada empat, yaitu:

1. Taqwa;
2. Haya’ (punya rasa malu);
3. Selalu bersyukur; dan
4. Sabar.”

Taqwa adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala macam bentuk kemaksiatan. Ada juga yang mendefinisikan bahwa taqwa adalah memelihara semua aturan Islam. Ada lagi yang mendefinisikan bahwa taqwa adalah mengikuti jejak langkah Rasulullah Saw baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Haya’ (rasa malu) itu ada dua macam, yaitu:

Malu naluri (haya’ nafsaniy), yaitu rasa malu yang dikaruniakan Allah kepada setiap diri manusia, seperti rasa malu kelihatan auratnya atau malu bersenggama di depan orang lain;

Malu imani (haya’ imaniy), yaitu rasa malu yang bisa mencegah seseorang dari melakukan perbuatan maksiat karena takut kepada Allah ta’ala.

Syukur adalah memuji Allah yang selalu memberi kebaikan dengan menyebut-nyebut kebaikan-Nya.

Diantara bentuk sabar adalah tabah dan tidak mengeluh kepada selain Allah ketika mendapat musibah.

Berkaitan dengan pembahasan dalam poin ini, sudah seyogyanya bagi kita untuk berdo’a dengan do’a yang pernah dibaca oleh Tamim Ad-Dari bin Habib, yaitu do’a yang diajarkan oleh Nabi Khidir kepadanya sekembalinya Tamim dari suatu tempat akibat dibawa oleh jin. Lafazh do’anya sebagai berikut:

“Ya Allah, jadikanlah kami merasa puas dengan rizki yang Engkau berikan kepada kami; peliharalah kami dari apa yang telah Engkau larang; janganlah Engkau menjadikan kami orang yang membutuhkan pertolongan kepada orang yang telah Engkau jadikan dia tidak membutuhkan kami lagi; kumpulkan kami ke dalam golongan umat Muhammad s.a.w. dan berilah kami minum dari telaganya; jauhkan kami dari perbuatan maksiat; wafatkan kami dalam ketaqwaan; berilah kami ilham untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu; jadikanlah kami termasuk ahli waris surga yang penuh kenikmatan; dan bahagiakanlah kami dan janganlah Engkau sengsarakan kami; wahai Tuhan Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.”

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Puncak keimanan itu ada empat, yaitu sabar terhadap hukum, ridha terhadap qadar, ikhlas dalam bertawakkal, dan berserah diri kepada Allah.” (HR. Abu Nu’aim).

LINE @TeladanRosul

28 September 2016

Hujan Itu Rahmat


Siomponk.Com - SERING kali manusia itu mengeluh saat hujan turun. Mereka beralasan kalau pakaian, serta barang-barang cucian lain tidak kering. Tahukah kamu bahwa hujan itu rahmat? Ya, hujan itu rahmat. Allah menurunkan kasih sayang-Nya melalui hujan. Berapa banyak tanah yang tandus juga sumur-sumur yang sudah mulai mengering.

Juga orang-orang yang membutuhkan air bersih. Baik untuk mandi, mencuci, memasak atau yang lainnya. Oleh karena itu, Dia menurunkan hujan sebagai bentuk pertolongan dan juga rahmat-Nya. Bisa kita bayangkan, ketika tidak ada air manusia sulit melakukan berbagai aktivitas. Juga badan menjadi bau dan gatal-gatal.

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”
(QS. Asy Syuura: 28).

Rahmat yang dimaksud di sini adalah hujan sebagaimana yang dikatakan oleh Maqotil.

Betapa pentingnya air. Karena ia menjadi sumber utama dalam kehidupan. Tanpanya, banyak tumbuhan yang layu bahkan mati. Pohon-pohon yang daunnya rimbun mulai berguguran. Kehidupan yang sejuk seketika berubah gersang ketika tidak ada air.

Hujan itu rahmat. Maka ketika hujan turun, beryukurlah, Allah masih menurukannya di tempat tinggal kita. Banyak saudara-saudara kita yang kekeringan karena hujan tidak turun. Begitulah, cara-Nya mengasihi setiap hamba-Nya.

Tentu jika tidak ada air, maka kehidupan tidak dapat berjalan dengan baik. Banyak makhluk hidup yang akan mati.

Jadi, syukurilah setiap hujan yang turun karena itu merupakan salah satu rahmat.

Jangan pernah berburuk sangka kepada-Nya karena apa yang diberikan-Nya adalah yang terbaik. Selalu berbaik sangka saja. Jika hari ini tempat tinggal kita mengalami kekeringan. Maka bersabarlah. Mungkin Dia sedang menguji kita. Atau hari ini tempat tinggal kita selalu turun hujan. Maka, bersyukurlah. Dia juga sedang menguji hamba-Nya.

LINE @ Teladan Rasul