06 Februari 2015

Chapter #1 - Orang Misterius dengan Tengkoraknya


Siomponk.Com - Perkenalkan, namaku adalah Calisha. Aku adalah ras dari Human, dimana di dunia ini (Lineage II) terdapat 6 Ras, yaitu: Human, Elf, Dark Elf, Orc, Dwarf, dan Kamael. Aku lahir di daratan Talking Island, suatu pulau yang berada di bawah di dalam peta dunia (Lineage II).


(images by lineage.pmfun.com)

Ayahku adalah seorang Knight ternama yang bernama David, sedangkan ibuku adalah seorang Healer Bishop yang bernama Vinita. Aku ingin seperti ibuku yang menjadi healer Bishop sehingga bisa bermanfaat dalam menyembuhkan untuk banyak orang.

Dalam belajar ilmu peyembuhan aku dididik oleh Priest Petron, salah satu guru penyembuhan ternama di Talking Island Village. Saat aku mengemban tugas untuk berburu Monster Eye di Eleven Ruin, aku mengalami luka yang cukup parah. Tapi oleh Priest Petron aku disembuhkan dengan mudahnya.

Ayah dan ibuku yang menjenguk di ruang pengobatan selalu memberiku semangat untuk pantang menyerah,
"Untuk menghadapi apapun itu, pikiranmu harus selalu jernih. Jangan pernah untuk gugup atau bahkan lari." Ujar ayahku yang selalu memberiku semangat.
"Ingat anakku yang cantik, untuk menjadi lebih kuat harus selalu melewati ujian, dan kau pasti bisa melewatinya." Ibuku pun memberiku semangat untuk pantang menyerah.

"Ayah, Ibu..., aku mau bertanya sesuatu. Saat aku hampir sekarat aku secara tidak sadar entah mengeluarkan sihir yang belum pernah aku pelajari. Tubuhku seperti dituntun sesuatu untuk melakukan sihir itu." Tanyaku dengan sedikit ketakutan yang tersisa. Kemudian akupun menceritakan kejadiannya kepada ayah ibuku.


(images by screenshot on game)

Memang saat aku masih di dalam Eleven Ruin dan berhadapan sengan Monster Eye, aku menghadapi 2 sekaligus. Aku berhasil mengalahkan Monster Eye satunya tapi itu dibalas dengan luka yang aku derita. Cukup parah. Tapi entah mengapa saat diriku sudah tak kuat lagi aku mulai pasrah dan menunggu nyawaku melayang, saat itu pula tubuhku bergerak sendiri, seperti dituntun untuk melakukan gerakan sebuah sihir. Saat itu pula aku dikelilingi dan berada di dalam sebuah lingkaran api dan keluar bola api di antara kedua tanganku yang aku angkat tinggi-tinggi. Kemudian bola api itu aku lemparkan ke arah Monster Eye tersebut sehingga mati. Kemudian aku pun jatuh tak sadarkan diri.

BERSAMBUNG
Previous Post
Next Post

Seorang publisher blogger asal kota Jogjakarta yang mencoba mencari jati dirinya dan yang selalu belajar dalam hidupnya. Sangat menyukai ungkapan
"Jangan lihat dari siapa kebenaran itu datang, tapi lihatlah isi dan makna dari kebenaran itu."

0 komentar:

PERATURAN BERKOMENTAR:

- Gunakan BAHASA yang baik dalam berkomentar
- Dilarang SPAM dalam berkomentar
- Dilarang SARA dan SARU dalam berkomentar
- Dilarang OOT dalam berkomentar

Jika terdapat hal demikian pada komentar anda, kami akan menghapus komentar anda tersebut.