Advertising

Chapter #2 - Orang Misterius dengan Tengkoraknya



Siomponk.Com - Setelah aku menceritakannya, ayah dan ibuku saling pandang. Aku heran dengan kenapa ayah dan ibu sepertinya merahasiakan sesuatu dariku.
"Ayah, Ibu. Sebenarnya ada apa? Ada apakah dengan diriku?" Pertanyaanku kepada Ayah Ibuku dengan penasaran.

Ayah dan Ibu sepertinya mengerti dengan perasaanku kemudian mereka menganggukan kepala.

"Anaku yang cantik, sudah saatnya kamu mengetahui siapa kakek-kakekmu itu. Kau tentu sudah mengenal Kakekmu Gomarez, yang dulunya adalah seorang Gladiator ternama. Ayah dari ayahmu itu." kata ibuku.

"Aku mengenalnya ibu, kita pernah kerumah kakek Gomarez bersama-sama. Disana juga aku pernah dilatih menggunakan pedang dan perisai."

"Nah anakku, tapi kau belum mengenal, siapa ayah dari ibumu itu nak." ujar ayahku.
"Siapa ayah dari ibuku ayah..???" tanyaku penasaran.
"Ayah dari ibumu ini nak adalah seorang Wizard yang sangat pandai dan jenius. Dia bisa menguasai sihir dengan berbagai elemen. Kau tahu nak, dari 6 ras didunia ini hanya kakekmu seorang penyihir yang terkuat." kata ibuku menceritakan riwayat kakekku yang lainnya.

"Tapi sayang anakku, kakekmu itu sangat ambisius dengan ilmunya tersebut. Dia sangat menginginkan semua ilmu sihir bisa dikuasainya, sehingga seringkali membuat penghuni pulau ini kewalahan menghadapinya. Akhirnya kakekmu itu harus berhadapan dengan pemimpin - pemimpin dari seluruh tample di dunia ini. Kakekmu kalah kemudian melarikan diri entah kemana." cerita ibuku.

"Aku mendengar kabar terakhir, kakekmu itu sekarang menjadi seorang penyihir hitam. Entah dimana sekarang." kata ayahku.

"Ayah, siapa nama kakekku itu ayah.?" tanyaku penasaran.

"Nama kakekmu itu adalah Orim, dia sangat susah dicari. Telah banyak orang yang mencarinya, tapi banyak pula yang tidak kembali. Sepertinya kakekmu itu benar-benar mengasingkan dirinya. Kabar terakhir yang ibu dengar mengatakan bahwa kakekmu itu sudah menguasai ilmu awet muda, tak pernah menjadi tua sehingga kakekmu itu bisa terus mencari dan menguasai ilmu-ilmu sihir terkuat di dunia ini. Entah itu ilmu sihir putih ataupun sihir hitam." ujar ibuku

"Anakku, selain kami berdua mengemban tugas, kami juga tak hentinya mencari kakekmu itu untuk bertoubat agar kita bisa berkumpul kembali. Tapi sampai saat ini kami belum bisa menemukan dimana gerangan kakekmu itu." ujar ayah pula.

"Mungkin didalam darahmu, terdapat juga darah kakekmu itu yang sangat jenius dalam ilmu sihir, yang bisa menguasai beberapa elemen sihir, maka berhati-hatilah dengan hal itu." nasihat ayah padaku.

"Terima kasih ayah, akan aku ingat itu." Aku senang sekali, akhirnya aku bisa mengetahui riwayat kakek yaitu ayah dari ibuku yang dulu selalu ditutup-tutupi. Ada sedikit bangga aku pada kakekku, bukankah kakekku adalah seorang Wizard terkuat didunia dimasa itu..???

"Kelak jika aku sudah kuat, aku akan mencari kakekku itu." janjiku dalam hati.

Selang 2 hari, aku sudah pulih kembali berkat perawatan dari Priest Petron. Kesehatanku pulih seperti sedia kala dan siap dengan tugas-tugas yang artinya jika tugas telah diselesaikan, aka aku akan menjadi lebih kuat dan siap dengan ilmu baru juga.

"Nak, kau harus lebih berhati-hati jika berhadapan dengan monster dengan type Undead, karena dia adalah type monster yang sangat susah dimusnahkan karena pernah mati dan hidup kembali dengan kekuatan jahat. Maka kau harus amat sangat berhati-hati dalam menghadapinya. Kau sudah mempunyai sihir Dryad Root untuk mengikat. Gunakan itu dengan baik." nasihat Priest Petron padaku.

Suatu hari aku mendapat tugas dari ketua Tample di kota Giran, High Priest Maximilian untuk mencari bahan obat yang berada di kawasan Dragon Valley.

"Kau harus berhati-hati di kawasan Dragon Valley, selain naga yang kau hadapi kau juga akan berhadapan dengan Raksasa berkepala dua yang sangat agresif yang bernama Grandis. Itu masih mudah kau hadapi, tapi jika berhadapan dengan Fettered Soul itu sangat berat, selain monster itu type Undead juga monster tersebut punya sedikit penangkal terhadap serangan Magic. Berhati-hatilah." demikian lah pesan High Priest Maximilian sebelum aku berangkat dengan tugasku untuk mencari bahan obat.

Saat aku berjalan di kawasan Dragon Valley aku melihat beberapa tanaman yang memang aku butuhkan sebagai bahan obat seperti yang ditugaskan High Priest Maximilian padaku. Tapi yang membuatku menghentikan langkah ke arah tanaman itu adalah adanya monster Fettered Soul yang ada didekatnya.


(images by screenshot on game)

"Untuk mengambil tanaman itu aku memang harus mengalahkan dulu monster itu. Dari ciri-ciri yang diberikan pimpinan Tample Giran, sepertinya monster itu yang dinamakan Fettered Soul. Memang mengerikan monsternya. Akan kucoba mengalahkannya."

Aku segera merapal sihir Dryad Root untuk menghentikan gerakan nya sehingga monster tersebut tidak mengejarku. Kemudian aku lanjutkan dengan sihir Wind Strike yang dapat melukainya. Aku mulanya gembira dengan hasilku tersebut tapi ternyata sihirku Dryad Root kurang kuat. Dryad Root yang aku lancarkan ke Fettered Soul hanya beberapa saat saja, dan setelah itu mengejar dan menyerangku dengan mata kapak berantai yang ada dilehernya.

Aku mencoba berlari dan menghindar serta beberapa kali mencoba melancarkan Dryad Root kepada monster tersebut, tapi apa daya semua usahaku gagal. Setiap kali merapal sihir Dryad Root dan Sleep selalu saja digagalkan yang mengakibatkan aku harus menghindar lagi dari serangannya.

Aku sudah lelah sekali berlari, tubuhku sudah luka disana sini terkena goresan senjata monster tersebut. Tak disangka aku berlari ketempat yang salah, dimana aku berlari kearah segerombolan Monster Grandis yang juga langsung ikut mengejarku. 3 Monster yang mengejarku, sedang tubuhku semakin lemas karena banyak darah yang keluar dari luka ditubuhku.


(images by screenshot on game)

Entah dari mana, tahu-tahu muncul sesosok Tengkorak Reamated Man yang meng-hajar semua monster tersebut. Setelah menghabisi ketiga monster tersebut Tengkorak Reamated Man tersebut hanya diam. Bulu kuduk ku mulai berdiri, aku merasakan aura yang mengerikan ada di sekelilingku. Entah dari mana, tahu-tahu dibelakangku muncul sesosok bayangan yang berada dibalik kabut hitam yang entah dari mana. Kabut itu menggumpal dan membentuk sesosok manusia. Yah bangsa Human karena bentuknya sama sepertiku.

Sosok itu langsung menerjangku, menangkap leherku dan mendorongnya seperti terbang sampai dipinggir sebuah batu besar. Punggungku, leherku sakit sekali.

"Siapa kau dan apa keperluanmu kesini...!" tanya orang itu dengan bengis.

Mulutku terkatup rapat, antara rasa takut dan penasaran ada didalam hatiku.

"Cepat katakan, atau kau memilih untuk kujadikan batu...!!!" ancamannya sungguh mengerikan. Dengan sinar matanya yang tajam dan berwarna merah. Sepertinya mata itu terhenti di dadaku, dimana terletak kalung pemberian ibuku.

Orang itu kemudian menyambar kalung yang aku kenakan tersebut.

"Dari mana kau dapatkan kalung ini..., katakan dari mana kau mendapatkannya...???" orang tersebut mengajukan pertanyaannya dengan lebih membelalakkan matanya kepadaku, sehingga aku semakin takut dibuatnya.

"Aku...., aku...., aku mendapatkannya dari ibuku." kataku dengan terbata-bata.
"Siapa ibumu, katakan dengan jujur atau darahmu akan ku sedot sampai habis...!!!" tanyanya juga dengan nada mengancam.
"Ibuku bernama Vinita, seorang Bishop." jawabku dengan sedikit takut.

Mendadak aku dilemparkannya kesamping, dan orang itupun jatuh bersimpuh. Menangis tersedu-sedu. Orang itu kemudian menatapku dengan teliti...

"Yah... benar..., kau mirip sekali dengan dia... Benar..."

Aku kemudian bangun dan mengusap leherku yang tadi dicekiknya. Aku heran dengan tingkahnya yang tadinya bengis dan kejam, sekarang terlihat cengeng dan sayu. Aku mencoba memberanikan diri menghampirinya.

"Siapa kau..??? Apakah kau kenal ibuku...??? Ibu belum pernah menceritakan jika mengenal pemuda sepertimu yang bengis dan kejam ini...."

Orang itu kemudian memandangiku kembali, kemudian dia duduk dengan santai. Dari kejauhan datanglan Tengkorak Reamated Man yang telah menolongku dari kejaran 3 monster tadi. Tengkorak Reamated Man tersebut kemudian berdiri dibelakang orang tersebut.

"Duduklah, akan kuceritakan kenapa aku bisa kenal pada ibumu itu." ucapnya dengan halus.

Tapi aku enggan untuk duduk, karena masih takut dengan orang asing yang misterius tersebut, lebih-lebih dengan Tengkorak Reamated Man miliknya itu. Dia tersenyum melihatku yang enggan untuk duduk, dan malah bersikap waspada seperti ketika akan menghadapi musuh.

"Hahahaha... ternyata kau juga sangat mirip dengan ibumu terhadap orang-orang yang baru saja kau kenal. Sangat waspada. Baiklah akan kumasukkan makhluk itu." Kemudian orang itu seperti mengucapkan beberapa mantra dan seketika makhluk Tengkorak Reamated Man itu hilang dibelakangnya.

"Nah, duduklah dan dengarkan ceritaku..."

Aku pun segera duduk agak jauh dihadapannya. Melihat hal itu dia hanya tersenyum dan menganggung-anggukkan kepalanya.

Kemudian orang itu menceritakan saat mudanya dulu.

BERSAMBUNG


▶ INFO ARTIKEL :
OLEH:
LABEL: Fiksi, Lineage 2 Story,
JUDUL: Chapter #2 - Orang Misterius dengan Tengkoraknya
URL: http://www.siomponk.com/2015/02/chapter-2-orang-misterius-dengan.html
Loading...

Written by : - Part Time Blogger

author-photo Seorang publisher blogger asal kota Jogjakarta yang mencoba mencari jati dirinya dan yang selalu belajar dalam hidupnya. Sangat menyukai ungkapan
"Jangan lihat dari siapa kebenaran itu datang, tapi lihatlah isi dan makna dari kebenaran itu."

Follow On : Facebook | | Blogger

0 Response to "Chapter #2 - Orang Misterius dengan Tengkoraknya"

Poskan Komentar

PERATURAN BERKOMENTAR:

- Gunakan BAHASA yang baik dalam berkomentar
- Dilarang SPAM dalam berkomentar
- Dilarang SARA dan SARU dalam berkomentar
- Dilarang OOT dalam berkomentar

Jika terdapat hal demikian pada komentar anda, kami akan menghapus komentar anda tersebut.