Advertising

Chapter #3 - Kitab Kuno Di Ivory Tower



Siomponk.Com - Seorang pemuda dari Ras Human berjalan sendirian ditengah hutan yang dari kejauhan nampak sebuah Tower. Kata penduduk disekitar menyebutnya Ivory Tower. Disana banyak tersimpan kitab-kitab kuno. Tak sembarang orang bisa memasukinya. Harus melakukan beberapa ujian yang harus dikerjakan. Salah satunya adalah mengalahkan monster-monster yang ada dibawah Ivory Tower tersebut.

Disebuah hutan pemuda tersebut melihat seorang warrior wanita yang sedang dikeroyok 4-5 monster. Pedang besarnya menebas kesana kemari. Disekitar wanita itu sudah tergeletak 3 monster dengan kepala terpisah, dada tembus oleh pedang besar, dan perut yang memburai usus. Tercium bau busuk yang keluar dari bangkai monster tersebut yang baru saja mati.

Tanpa diperintah, pemuda tersebut merapal sihir Meteor. Dari angkasa meluncur batu-batu yang terbakar menghantam semua monster yang ada disekitar wanita warrior tersebut sehingga semua monster tersebut hangus terbakar dan mati.

Wanita Warrior tersebut menoleh kearah pemuda tersebut dengan tatapan marah.

"Kenapa kau membantuku, aku tidak butuh bantuan siapapun. Aku masih bisa menghadapi semuanya...!!!"

"Siapa yang membantumu...??? Aku hanya melakukan uji coba dengan sihirku." kata pemuda itu dengan santai.

Wanita itu semakin marah kemudian melayangkan pedang pedang besarnya pada pemuda tersebut.

"Dasar manusia sombong...!!! Hiaaahhh...!!!"

"Duaaaaggg!!!"

Pedang itu menghantam batu besar yang berada dibelakang pemuda tersebut yang sempat meloncat kesamping, sehingga batu itu hancur berkeping-keping.

"Kau diamlah disitu, hiaaahhh...!!!" Pemuda tersebut melancarkan sihirnya kepada wanita tersebut yang membuat wanita Warrior itu terdiam tak mampu bergerak.

Ternyata ilmu sihir Dryad Root sudah menahannya sehingga wanita Warrior itu tak bisa berkutik lagi.

"Kamu nggak akan bisa menang melawanku. Aku bisa saja membunuhmu dengan mudah saat ini, tapi aku bukan manusia yang type seperti itu, bukan orang yang suka membunuh tanpa sebabnya." kata pemuda itu yang kemudian duduk di atas batu yang lain.

Wanita Warrior itu sekarang tahu kalau orang yang dihadapinya sekarang ini adalah orang yang mudah membunuh jika orang tersebut merasa terancam. Dia kemudian mengendurkan pegangannya di pedang besarnya tersebut.

"Apa yang kau cari sehingga berada di sekitar Ivory Tower ini?" tanya pemuda tersebut.

"Bagaimana perasaanmu jika dirimu dihina dan dianggap sebagai makhluk lemah yang tak berguna..???" Wanita Warrior itu tidak menjawab pertanyaan pemuda tersebut, malah balik mengajukan sebuah pertanyaan.

"Itu tergantung dari orang yang menghina tersebut. Kalau yang menghina adalah orang yang benar-benar kuat itu bisa menjadikan sebuah cambuk agar aku bisa lebih kuat lagi. Jika yang menghinaku adalah orang yang kiranya tak lebih baik dari aku, maka akan kubunuh. Habis urusan." jawabnya dengan santai.

"Tapi sayangnya aku bukan orang sepertimu yang mudah untuk membunuh saat hati ini kesal dan sakit karena hinaan itu. Aku dianggap wanita lemah sehingga aku selalu ditolak jika aku mengajukan diriku untuk sebuah tugas tugas dari High Priest Maximilian." ujarnya dengan sedikit kemarahan yang masih sersisa.

"Kamu memang lemah, terutama hatimu. Tadi aku melihat saat kau dikeroyok monster monster itu, ada sedikit ketakutan dalam dirimu. Itu bisa kulihat dari pancaran matamu, sehingga ayunan pedangmu hanya membabi buta tanpa arahan. Kau masih mempunyai ketakutan dan kegugupan saat menghadapi musuh. Itu kelemahanmu yang paling fatal untuk seorang Warrior."

"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan ketakutan dan kegugupan itu?" tanya wanita itu penasaran.

"Sebelumnya, jawab dulu pertanyaanku. Kenapa kau sampai disini, disekitar Ivory Tower. Dan apa keperluanmu.?" Kembali mata pemuda itu tajam menatap wanita Warrior tersebut.

"Lepaskan dulu ikatan sihirmu ini, baru aku jawab pertanyaanmu."

"Baik akan kulepaskan, tapi jangan coba-coba untuk menipu yang kemudian menyerangku. Karena sebelum kau menyerang, aku bisa membunuhmu dari sini." kemudian pemuda tersebut membaca mantra sihir, dan selang beberapa saat sihir Dryad Root yang mengikat wanita Warrior itu lenyap.

Wanita Warrior tersebut kemudian duduk bersandar dibawah pohon.

"Aku mendengar kabar dari Blacksmith Altran yang ada di Talking Island Village jika di Ivory Tower terdapat kitab-kitab kuno, salah satunya untuk menjadi seorang Warrior yang kuat." jawabnya.

"Hanya itu yang kau dengan tentang Ivory Tower...???" tanya pemuda tersebut. Matanya menatap tajam wanita Warrior tersebut dengan penuh selidik.

"Ya, hanya itu. Maka aku pergi dari Talking Island menuju Ivory Tower untuk diperbolehkan masuk dan membaca kitab-kitab kuno itu yang kemudian mendapat ujian dari penjaganya jika ingin memasukinya. Salah satunya adalah berhadapan dengan monster-monster yang kau bunuh tadi."

"Ternyata kau hanya mendengar setengah-setengah dari kabar yang kau terima itu. Kau tau bahwa di Ivory Tower memang terdapat kitab-kitab kuno tapi bukan untuk bangsa kita. Ras Human menganggapnya itu adalah ilmu hitam. Ilmu yang dilarang untuk dimiliki. Karena ilmu-ilmu tersebut hanya dipelajari oleh kaum Dark Elf." kata pemuda tersebut.

"Hmmm..., Ras yang penuh berisi orang jahat, ambisius, dan tak bisa dipercaya itu..???" tanya wanita Warrior.

"Bukan, semua ras sama saja. Tidak semuanya orang jahat, tidak semuanya yang ambisius dan curang. Semua itu dari diri pribadinya masing-masing." ujarnya dengan sungguh sungguh.

"Bagiku ilmu ya tetap ilmu. Tidak ada yang namanya ilmu hitam ataupun ilmu putih. Semuanya tergantung dari sipemiliknya. Ibaratnya sebuah pisau. Jika digunakan untuk memasak maka pisau itu jadi baik, tapi beda halnya jika digunakan untuk membunuh maka pisau itu jadi pisau yang jahat." imbuhnya.

"Baiklah kalau begitu, kiranya urusan kita sudah selesai. Sekarang aku akan melajutkan tugasku untuk membunuh monster-monster yang sudah disyaratkan agar aku bisa masuk ke Ivory Tower itu." kata wanita Warrior itu yang kemudian terus bangkit dari duduknya dan akan melangkah pergi.

"Apa kau yakin jika syarat itu itu sudah selesai maka kau akan langsung diperbolehkan masuk ke Ivory Tower..???" tanya pemuda itu dengan nada sinis.

"Apa..??? Kau menghina kemampuanku juga...???" tanya wanita itu yang mulai marah kembali.

"Tidak, aku tidak menghinamu. Hanya saja apa kau yakin jika syarat yang diberikan itu sudah selesai kemudian kau terus diperbolehkan masuk Ivory Tower begitu saja? Karena aku sangsi, karena para penjaga Ivory Tower adalah dari bangsa Dark Elf yang terkenal dengan tipu muslihatnya."

"Lalu, apa yang harus aku lakukan..??" tanya wanita itu mulai bimbang.

"Ikutlah denganku dan jangan banyak tanya jika kau ingin masuk ke Ivory Tower." kata pemuda itu dengan santai.

"Baiklah, aku ikut denganmu. Tapi kau jangan macam-macam denganku."

"Untuk apa aku macam-macam denganmu, karena aku bisa dengan mudah membunuhmu kapan saja."

Maka mereka berdua berjalan menuju ke Ivory Tower. Sebelum mereka sampai gerbang di Ivory Tower pemuda tersebut berkata;

"Sebaiknya kau yang berjalan di depan, karena mereka sudah melihatmu dan memberimu tugas. Biar aku yang di belakang, dan jangan banyak tanya apa yang aku lakukan dibelakangmu. Jalanlah duluan..!!" perintah pemuda tersebut kepada wanita Warrior itu.

"Hmmm..., bagaimana tugasmu yang sudah kami berikan. Dan siapa Human yang berada di belakangmu itu..?" tanya penjaga Ivory Tower tersebut.

Mendadak 2 orang penjaga tersebut langsung tertidur terkena sihir Sleep dari pemuda Human tersebut. Wanita warrior itu kaget kemudian menoleh kebelakang. Dia melihat pemuda tersebut tersenyum padanya dan mengisyaratkan agar terus berjalan masuk kedalam.

Tampak 3 orang penjaga yang berada di sekitar Gatekeeper Verona, seseorang yang bertugas sebagai pembuka pintu menuju lantai-lantai yang lain di Ivory Tower.

"Tampaknya kau sudah melewati syarat yang diajukan oleh petugas penjaga digerbang didepan Ivory Tower. Sekarang untuk menggunakan Gatekeeper yang ada disini kau harus menyelesaikan tugas yang kami berikan. Tugas itu adalah...."

"Akhhh...."
"Akhhh...."
"Akhhh...."

Mendadak ke-3 orang penjaga tersebut roboh tak bernyawa. Tubuh mereka kering. Wanita Warrior itu kaget sekali dan menoleh ke arah belakang, kearah pemuda penyihir tersebut. Bulu kudu wanita warrior itu langsung berdiri melihat pancaran mata pemuda tersebut yang sedang menyeringai, seperti menikmati pembantaian yang telah dilakukannya barusan.

"Apa yang kau lakukan pada ke-3 penjaga itu..." tanyanya takut.

"Aku hanya tak mau urusan jadi bertele-tele. Sudah dan diamlah..!! Segera saja masuk ke lantai paling bawah lantai penyimpanan buku." ujarnya santai.


(images by google images)

Wanita warrior itu kembali diam dan melanjutkan langkahnya. Sesampainya di lantai paling bawah, lantai penyimpanan buku Wanita warior dan pemuda tersebut melihat rak-rak buku yang menjulang tinggi yang penuh dengan buku-buku kuno. Mereka kemudian melakukan pencarian buku-buku yang sekiranya cocok untuk mereka pelajari.

"Sepertinya kita tak bisa mempelajarinya semua dan belajar disini. Kita harus membawa pergi beberapa buku yang ada disini." kata pemuda itu pada wanita Warrior.

"Tapi itu namanya mencuri, dan itu bukan sifatku..." kata wanita Warrior tersebut.

"Kau tau apa tentang asal usul buku-buku ini? Buku-buku ini adalah hasil curian juga yang dilakukan oleh kumpulan Assasin dari Dark Elf. Mereka dendam terhadap semua ras di dunia ini karena mereka selalu dikucilkan dan dimusuhi. Makanya para Assasin tersebut mencuri buku-buku terlarang dari berbagai ras untuk memperkuat mereka sendiri. Apakah kau tidak tahu jika bangsa Dark Elf sendiri jika ingin memasuki Ivory Tower tak perlu dengan melakukan tes, dan kapan saja mereka ingin masuk selalu diperbolehkan..???"

"Kau cari bukumu dan aku mencari bukuku dan kita keluar bersama-sama dari sini secepatnya, sebelum sihir Sleep-ku yang kuberikan pada penjaga di depan hilang." imbuhnya.

BERSAMBUNG


▶ INFO ARTIKEL :
OLEH:
LABEL: Fiksi, Lineage 2 Story,
JUDUL: Chapter #3 - Kitab Kuno Di Ivory Tower
URL: http://www.siomponk.com/2015/02/chapter-3-kitab-kuno-di-ivory-tower.html
Loading...

Written by : - Part Time Blogger

author-photo Seorang publisher blogger asal kota Jogjakarta yang mencoba mencari jati dirinya dan yang selalu belajar dalam hidupnya. Sangat menyukai ungkapan
"Jangan lihat dari siapa kebenaran itu datang, tapi lihatlah isi dan makna dari kebenaran itu."

Follow On : Facebook | | Blogger

0 Response to "Chapter #3 - Kitab Kuno Di Ivory Tower"

Poskan Komentar

PERATURAN BERKOMENTAR:

- Gunakan BAHASA yang baik dalam berkomentar
- Dilarang SPAM dalam berkomentar
- Dilarang SARA dan SARU dalam berkomentar
- Dilarang OOT dalam berkomentar

Jika terdapat hal demikian pada komentar anda, kami akan menghapus komentar anda tersebut.