06 Februari 2015

Chapter #6 - Rahasia Di Balik Medusa


Siomponk.Com - "Tak usah bersedih terlalu dalam Vinita, kami selanjutnya yang akan merawatmu." kata High Priest Biotin.

Saat itulah Vinita dididik oleh High Priest Biotin dan Priest-Priest lainnya. Semuanya sangat sayang kepada Vinita, tapi mereka juga menutup rahasia rapat-rapat tentang ayah dari anak tersebut. Walaupun ditutup-tutupi Vinita selalu mencari kabar keberadaan ayahnya Orim. Tahun demi tahun pun berlalu. Kini Vinita yang dulunya Cleric cilik yang cantik telah menjadi seorang Bishop cantik terkenal yang telah mempunyai seorang suami. Suami dari Vinita adalah David, seorang Knight terkenal dengan kekuatan bertahannya. Vinita dan David dipertemukan dalam sebuah tugas dikota Heine, dimana tadinya kota tersebut diserbu oleh ratusan Aligator.

Akhirnya atas restu High Priest Maximilian, mereka pun dinikahkan.


---==oOo==---

"Demikianlah ceritaku, mungkin dari cerita itu kau bisa menebak siapa aku...." orang itu tersenyum sambil memandangku.

"Berarti kamu...." tanyaku dengan masih ragu.

"Ya, benar. Aku kakekmu Orim." kata orang itu melanjutkan.

"Kakek..., benarkah kau kakekku...???" tanyaku masih tak percaya.

Orang itu menganggukkan kepalanya dengan pelan.

"Kakeeeeekkkk...!!!" aku segera bangun dari duduk dan berlari kearah orang itu dan memeluknya yang ternyata adalah kakekku Orim, yang selama ini aku cari.

Aku bahagia sekali akhirnya bisa bertemu kakek yang hanya aku tahu dari cerita ibu saja. Aku menumpahkan segala kerinduanku kepada kakek. Kulihat dimata kakek juga ternyata menitikkan air mata. Aku tak menyangka dari cerita yang kudengar, kakek adalah seorang yang kuat, dan kejam. Yang sering disebut oleh orang-orang sebagai manusia iblis karena sihir-sihirnya yang sangat mengerikan ternyata bisa menitikkan air mata.

"Nah, sekarang ceritakan kenapa kau sampe kesini cucuku...? tanya Orim kepadaku.

"Kakek, sebelumnya aku mau tanya. Kenapa kakek tidak bisa tua? Aku lihat sekarang ini sepertinya usia kakek sebaya dengan ayah..???" tanyaku penasaran.

"Hahahaha... kau mirip sekali dengan ibumu itu. Selalu bertanya sebelum memberikan jawaban. Nah sebelumnya kau pernah mendengar Ramuan Panjang Usia yang dibuat oleh bangsa Elf yang bernama Thalia yang letaknya di dekat danau Iris Lake?" tanya Orim kepadaku.

"Pernah kek, aku pernah diberitahu oleh High Priest Maximilian tentang ramuan itu yang katanya bisa memberikan kemudaan kembali jika selalu diminum tiap bulan purnama." kataku.

"Apalagi yang kau dengan tentang ramuan itu..???" kembali kakekku bertanya.

"Tidak ada kek, hanya itu saja" jawabku yakin.

"Ahhh, Priest tua itu selalu saja menyembunyikan informasi-informasi yang sekiranya penting baginya sendiri." kata kakekku.

"Apa maksudmu kek..???" tanyaku heran.

"Kau tau nak, bahwa informasi yang kau terima dari Priest tua itu hanyalah informasi yang sangat sedikit dari yang sebenarnya. Ketahuilah ramuan yang dimaksud itu adalah Ramuan Panjang Usia dibuat oleh seorang dari bangsa Elf bernama Thalia yang bertempat tinggal di dekat Danau Iris Lake. Usia orang itu mungkin sudah lebih dari 100-an tahun karena dia selalu meminum ramuan tersebut setiap malam bulan purnama. Kau tahu juga bukan jika usia para Elf selalu lebih panjang daripada bangsa kita Human? Dan kau tahu bahan apa saja yang digunakan dalam membuat ramuan itu cucuku..???" tanya kakek padaku.

Aku benar-benar kaget mendengar keterangan yang diberikan kakekku tentang Ramuan itu dan yang membuatnya. Seperti sesuatu yang tak mungkin terjadi.

"Aku tidak tahu kek." jawabku yang memang benar-benar tidak tahu.

"Bahan itu terbuat dari Air rendaman jantung Ratu Semut atau Queen Ant, beberapa buah Jamur Spora, akar dari Mandragora Sprout dan akar Mandragora Blossom." kata kakekku menerangkan.

"Darimana kakek bisa tahu bahan-bahan ramuan itu?" tanyaku heran.

"Aku pernah membacanya di kitab kuno yang berada di Ivory Tower, dan akupun bisa membuat ramuan itu."

"Pantas saja kakek seperti tidak pernah tua. Masih sebaya dengan ayah." kataku kemudian.

"Nah, sekarang jawab pertanyaanku yang tadi. Kenapa kau sampai kesini, dan apa perlumu?"

"Kek, aku disuruh High Priest Maximilian untuk mencari tanaman obat yang katanya berada di sekitar Dragon Valley ini." sambil aku menunjukkan beberapa tanaman kepada kakek.

"Hahahaha..." kakekku tertawa geli setelah melihat tanaman yang aku perlihatkan padanya.

"Kenapa kakek tertawa? Ada yang lucu dengan tanaman ini?" aku merungut dengan kesal karena seperti diejek oleh kakek.

"Bukannya mentertawakanmu, tapi kenapa harus jauh-jauh sampai ke Dragon Valley hanya untuk sebuah tanaman seperti ini. Karena didekat kota Giran pun ada." kata kekekku memberi tahu.

"Hee..?? Di dekat kota Giran ada...??? Dimana kek...???" tanyaku penuh antusias.


(images by google images)

"Di Gorgon Flower Garden. Jika kau kesana kau akan melihat patung-patung dari orang dengan posisi menyerang. Pesanku jangan kau sentuh mereka karena nanti jika kau sentuh, patung itu akan hancur jadi debu. Jika saatnya tiba mereka akan pulih kembali seperti sedia kala." kata kakekku menjelaskan tentang situasi disana.

"Ada apa dengan patung itu kek?" tanyaku heran.

"Mereka adalah para utusan High Priest yang ditugaskan mencariku secara rahasia. Tak sengaja aku bertemu dengan mereka saat aku mencari tanaman seperti yang kau bawa ini. Mereka kemudian menyerangku. Aku tidak ingin melukai mereka yang hanya menjalankan perintah saja. Maka dari itu mereka aku jadikan batu saja. Kemudian aku membuat cerita jika mereka kena kutukan Medusa. Karena setelah kejadian itu aku menciptakan beberapa monster Medusa yang agresif untuk menjaga patung itu agar tak disentuh oleh orang lain."

"Nah cucuku. Sebelum kau kesana, ada baiknya kau kuberi satu ilmu sihir yang mungkin bisa berguna untukmu. Ilmu sihir ini bernama Fear. Fungsinya untuk mengusir monster atau lawan yang menyerang kita. Nah, jika kau pandai menguasainya, bukan hanya 1 lawan yang bisa kau usir, tapi 1 area yang mengeroyokmu bisa kau usir lari menjauhimu." kata kakekku.

Senang sekali rasanya aku setelah mendengar bahwa kakek akan mengajarkanku sebuah ilmu sihir yang lain.

"Tapi harus kau ingat, ilmu ini hanya kau gunakan jika sangat terdesak, dimana kau hanya sendirian saja. Karena ilmu ini mungkin orang lain menganggapnya adalah cabang dari ilmu hitam." pesan kakekku tentang ilmu sihir yang akan diberikannya padaku.

"Baik kek." jawabku dengan tegas.

Mulailah aku dilatih ilmu sihir baru oleh kakek. Ternyata kakekku itu memang sangat jenius sekali untuk ilmu sihir. Dia menjelaskan bagaimana caranya menguasai ilmu sihir itu dengan waktu yang cepat dari yang seharusnya. Kurang dari 5 jam akhirnya aku sudah menguasai ilmu sihir Fear tersebut.

"Nah sekarang kau lanjutkanlah mencari tanaman itu. Rahasiakanlah pertemuan kita ini. Jangan ceritakan pada siapapun itu termasuk pada ayah atau ibumu." pesan kakek setelah mengajarkan ilmu sihirnya padaku.

"Satu lagi pesanku cucuku. Jika kau bertemu dengan seorang Assasin Dark Elf yang bernama Verto, sampaikan salamku." pesan kekek padaku.

"Siapa dia kek?" tanyaku heran.

"Bisa dianggap dia adalah muridku." kata kakek Orim.

"Ah, kakek mempunyai murid...??? Dan seorang Assasin pula...??? Sepertinya sangat janggal sekali kek...?" aku benar-benar heran dengan perkataan kakek.

"Kapan-kapan lah akan kuceritakan jika kita bertemu lagi. Baik-baiklan kau disana. Jangan lupa apa yang kakek pesankan padamu."

"Baik kek, akan kuingat semua pesan kakek." aku kemudian memeluk kakek. Ada rasa haru yang tak bisa kubendung yang membuat air mata ini keluar.

Kakek Orim kemudian melangkah mundur dan tahu-tahu berubah menjadi kabut hitam lebat yang kemudian lenyap tak berbekas. Aku kagum sekali dengan kakeku Orim tersebut. Pengetahuannya sangat luas dan ilmunyapun sangat tinggi. Hari itu hatiku sangat gembira sekali karena telah menemukan kakek yang telah lama aku cari....

BERSAMBUNG
Previous Post
Next Post

Seorang publisher blogger asal kota Jogjakarta yang mencoba mencari jati dirinya dan yang selalu belajar dalam hidupnya. Sangat menyukai ungkapan
"Jangan lihat dari siapa kebenaran itu datang, tapi lihatlah isi dan makna dari kebenaran itu."

0 komentar:

PERATURAN BERKOMENTAR:

- Gunakan BAHASA yang baik dalam berkomentar
- Dilarang SPAM dalam berkomentar
- Dilarang SARA dan SARU dalam berkomentar
- Dilarang OOT dalam berkomentar

Jika terdapat hal demikian pada komentar anda, kami akan menghapus komentar anda tersebut.