19 Juli 2015

Berdamai Dengan Kesedihan


Siomponk.Com - Aku pikir dulu, kita akan saling bersama. Aku pikir dulu, kita akan saling menemani.

Tapi ternyata, semuanya berakhir pada kekecewaan dan kebohongan.

Ya Benar, rasanya begitu sakit. Hingga aku tak mampu untuk memahami bagaimana perasaanku.

Hingga kemudia air mata terus mengalir, dan terus menyisakan penyesalan.

Lalu?

Lalu mengapa?

Mengapa aku masih terlarut dalam kesedihan jika semua rasa sakit akan menjadi kenangan?

Mengapa aku masih terlarut dalam kepedihan jika semua penyesalan akan luluh menjadi tangisan?

Mengapa aku harus terus mengoyak kebencian jika semua akan sembuh bersama waktu?

Mengapa aku harus terus mengenyam kedendaman jika semua akan berakhir pilu?

Aku telah belajar, jika terus berada dalam kesedihan semua akan menjadi penyesalan-penyesalan dan berakhir dengan 'seandainya'.

Ya, memang sudah seharusnya aku berjalan. Menapaki torehan masa depanku yang lebih baik tanpamu. Memang aku kira dulu, tanpamu akan hampa. Tapi perlahan aku sadar.

Aku sadar bahwa, Allah menunjukkan padaku.

Menunjukkan tentang penyesalan, yang tiada berguna karena meratapi makhluk-Nya.

Menunjukkan tentang kesedihan, yang tiada hentinya menggerogoti kalbu ku hingga aku lalai pada-Nya.

Dan menunjukkan kesia-siaan jika terus berada dibawah naungan cinta semu dan kebohongan yang kau berikan hingga aku... aku... lena dan jauhh dari Dia.

Namun, sungguh Allah begitu mencintaiku.

Lagipula juga aku sudah memahami, bahwa mencintai harus menyiapkan ruang kecil untuk kekecewaan.

Bukankah ini adalah jalan kesempurnaan dari-Nya?

Petunjuk bagiku untuk memperbaiki akidahku sebagai wanita.

Petuah bagiku untuk menjaga imanku sebagai shalihah.

Pengingat bagiku untuk menjauhi maksiat sebagai muslimah.

Sungguh Allah begitu mencintaiku.

Karena Dia tak pernah membiarkanku terjatuh dalam cinta semu makhlukNya.

Ya, Aku belajar banyak darimu. Mengenalmu adalah suatu pendewasaan atas diriku.

Pengalaman atas kemantapan agamaku. Pembelajaran atas keteguhan imanku.

Tentu aku akan bersabar. Bermaafan dengan kebencian. Dan berdamai dengan kesedihan.



SAW~
Previous Post
Next Post

Hal terpenting dalam pacaran adalah bukan dari Perbedaan Umur...
Tapi yang terpenting adalah Perbedaan Kelamin...

0 komentar:

PERATURAN BERKOMENTAR:

- Gunakan BAHASA yang baik dalam berkomentar
- Dilarang SPAM dalam berkomentar
- Dilarang SARA dan SARU dalam berkomentar
- Dilarang OOT dalam berkomentar

Jika terdapat hal demikian pada komentar anda, kami akan menghapus komentar anda tersebut.