Advertising

Kepada KPI, dari Saya Penggemar Dragon Ball



Siomponk.Com - Bukan sekali ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengeluhkan tayangan kartun yang dianggap mengandung unsur kekerasan. Kalau saya tidak salah ingat, tahun 2012 KPI sudah menyuarakan hal ini. Kali ini KPI kembali menegaskan sikapnya dalam forum pembinaan untuk Global TV Selasa (15/9) yang lalu.

Dalam forum tersebut, Komisioner KPI Sujarwanto Rahmat Arifin mengatakan bahwa , tayangan yang banyak adegan kekerasaan sebaiknya dikurangi seperti yang terdapat dalam film Dragon Ball. Menurut Pak Sujarwanto yang juga pakar batu akik ini, unsur kekerasaan yang terdapat dalam film tersebut terlalu berlebihan dan dikhawatirkan menimbulkan efek peniruan oleh anak.

Izinkanlah saya sebagai seorang mantan anak-anak yang di masa kecilnya sangat menyukai tayangan kartun asal Jepang tersebut untuk menyanggah pendapat KPI seperti yang terwakilkan oleh ucapan Pak Sujarwanto itu.

Saya tidak tahu apakah Pak Sujarwanto dan KPI sudah melakukan penelitian mengenai hubungan tayangan kekerasan di kartun Dragon Ball di televisi dengan efek peniruan yang dilakukan oleh anak-anak yang menontonnya. Jikalau memang sudah pernah dilakukan penelitian, ampunilah saya yang berani-beraninya menyanggah KPI hanya dengan bukti-bukti anekdotal yang akan saya utarakan berikut ini.

Perlu Bapak ketahui, atau barangkali Bapak sudah tahu, bahwa Dragon Ball adalah kartun dan komik yang sangat populer bukan hanya di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Dari yang saya tahu, hampir semua teman pria yang saya kenal menyukai Dragon Ball sejak masa kecilnya.

Dari semua kawan saya tersebut saya belum menemukan satu pun yang tumbuh menjadi pria pelaku kekerasan akibat kesukaannya pada Dragon Ball. Benar bahwa kami pernah meniru-niru jurus Kamehameha, namun itu sebatas bermain-main saja, toh tidak mungkin tangan kami bisa memancarkan energi penghancur seperti yang ditayangkan di teve itu.

Satu-satunya efek buruk barangkali adalah orang tua kami terpaksa mengeluarkan uang lebih karena kami merengek minta dibelikan mainan tokoh-tokoh Dragon Ball. Juga ada dari kami yang mengoleksi komiknya, dan memang itu tidak murah. Tapi jika itu dijadikan alasan untuk tidak menayangkan sebuah acara, tentu semua tayangan yang membangkitkan gairan konsumsi juga harus mendapat perlakuan serupa.

Lalu adakah efek positif dari tayangan Dragon Ball? Oh, banyak Pak. Bapak boleh bilang saya kekanak-kanakan, namun sungguh, sosok Goku yang tak pernah menyerah dan selalu memaksimalkan usaha saat berlatih telah menginspirasi saya untuk berani mengambil tantangan. Tidak sedikit teman saya yang jadi mahir olah grafik karena saat kecilnya suka menggambar karakter-karakter di Dragon Ball.

Jikalau Bapak dan segenap jajaran KPI tidak percaya dengan yang saya utarakan di atas, bolehlah Bapak mengadakan survey langsung, baik terhadap anak-anak saat ini, maupun terhadap kami mantan anak-anak yang menggemari Dragon Ball. Kalau Bapak dan KPI tak punya waktu untuk hal tersebut, saya bersedia menawarkan jasa untuk survey. Tentu asal bayarannya sesuaai.

---

Sumber: kompasiana


▶ INFO ARTIKEL :
OLEH:
LABEL: Opini,
JUDUL: Kepada KPI, dari Saya Penggemar Dragon Ball
URL: http://www.siomponk.com/2015/11/kepada-kpi-dari-saya-penggemar-dragon.html
Loading...

Written by : - Part Time Blogger

author-photo Hal terpenting dalam pacaran adalah bukan dari Perbedaan Umur...
Tapi yang terpenting adalah Perbedaan Kelamin...

Follow On : Facebook | | Blogger

0 Response to "Kepada KPI, dari Saya Penggemar Dragon Ball"

Poskan Komentar

PERATURAN BERKOMENTAR:

- Gunakan BAHASA yang baik dalam berkomentar
- Dilarang SPAM dalam berkomentar
- Dilarang SARA dan SARU dalam berkomentar
- Dilarang OOT dalam berkomentar

Jika terdapat hal demikian pada komentar anda, kami akan menghapus komentar anda tersebut.